Proseduraudit pengujian substantif terhadap saldo aktiva tetap 1. Prosedur audit awal Lakukan perosedur audit awal atas saldo akun aktiva tetap yang akan di uji lebih lanjut : 1) Usut saldo aktiva tetap yang tecantum di dalam neraca ke saldo akun aktiva tetap bersangkutan di buku besar. 2) Terhitung kembali saldo aktiva tetap di buku besar
Danauntuk perluasan pabrik, dana pelunasan hutang, atau dana lain yang tidak digunakan untuk keperluan modal kerja. PROGRAM PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP KAS. Prosedur Audit Awal. Usut saldo kas yang tercantum di neraca ke saldo akun kas yang bersangkutan di dalam buku besar. Auditing Buku 2 :BAB 25 pengujian substantif terhadap saldo
Proseduraudit ekuitas pemegang saham adalah cara yang digunakan auditor untuk membuktikan adanya kebenaran saldo modal yang dilaporkan dalam laporan keuangan tahunan. Apa program audit dalam pengujian substantif terhadap ekuitas pemegang saham tentunya harus membandingkan dengan akta pendirian yang telah disahkan oleh menteri hukum.
AuditProgram Merupakan Kumpulan Dari Prosedur Audit Yang Akan Dijalankan Dan Dibuat Secara Tertulis. Program pengujian substantif terhadap utang jangka panjang prosedur audit awal lakukan prosedur audit awal atas saldo akun utang usaha yang akan diuji lebih lanjut. Komponen pengendalian internal yang harus diperiksa antaranya.
.
- Strategi Audit adalah Perencanaan dan pelaksanaan audit maka auditor berupaya untuk dapat menurunkan risiko pada tingkat rendah sehingga mampu mendukung opini audit atas kewajaran laporan keuangan. Strategi audit yang dipilih auditor akan menentukan banyaknya bukti audit dan materialitas yang ada dalam laporan keuangan. PENDEKATAN STRATEGI AUDITOR1. Primarily Subtantif ApproachStrategi audit ini lebih mengutamakan pengujian subtantif dari pada pengujian pengendalian. Biasanya dipakai untuk program audit pertama yang dilakukan Memperoleh pemahaman pengendalian intern dan mendokumentasikan pengendalian intern yang ada pada risiko pengendalian berdasarkan pengujian pengendalian yang dilakukan atas pengendalian intern perusahaan penilaian terhadap risiko pengendalian yang telah ditetapkan untuk mendukung pengujian substantif yang direncanakan auditorMerancang pengujian substantif2. Lower Assesed Level of Control Risk ApproachStrategi ini lebih banyak digunakan untuk atas klien yang lama. Lebih banyak melakukan pengujian pengendalian. Pengujian substantif dilakukan tidak yang dilakukan Memperoleh pemahaman industri dan usaha klien, serta pengendalian intern yang ada pada perusahaan dan melaksanakan pengujian pengendalian dan dokumentasi pengendalian intern perusahaan klienMenetapkan risiko pengendalian berdasarkan pengujian pengendalianMelakukan penilaian terhadap risiko pengendalian yang telah ditetapkan untuk mendukung pengujian substantif yang direncanakan auditorMerancang pengujian substantif. Pengujian pengendalian dapat dilakukan pada dua periode Selama pelaksanaan pekerjaaninterimBersamaan dengan pelaksanaan prosedur auditPENGUJIAN AUDITTerdapat 2 jenis pengujian audit 1. Pengujian PengendalianPengujian Pengendalian adalah pengujian yang dilakukan untuk menilai efektifitas Dari pengendalian intern yang dimiliki oleh perusahaan klien. Pengujian ini dilakukan untuk mendukung Pengurangan penilaian risiko pengujian pengendalian atas efektifitas pelaksanaan proses persetujuan kredit, prosedur yang dilakukan Meminta keterangan dari manajemen perusahaan pd karyawan yang tepatMemeriksan dokumen, catatan, dan laporan keuanganMengamati aktivitas yang berkaitan dengan pengendalianJumlah bukti tergantung pada Luas bukti audit Pengurangan risiko pengendalian yang direncanakan2. Pengujian SubstantifPengujian Substantif adalah prosedur yang dirancang untuk menguji salah saji moneter yang secara langsung mempengaruhi kebenaran saldo laporan keuangan. Ada tiga jenis pengujian substantif Pengujian substantif atas transaksi, yaitu pengujian yang digunakan untuk menentukan apakah tujuan audit atas asersi yang berkaitan dengan transaksi telah dipenuhi. Contoh membuktikan apakah transaksi penjualan benar terjadi dan ada pada tanggal neraca asersi keterjadian dan keberadaan dan membuktikan apakah semua transaksi penjualan telah di catat dengan benar asersi kelengkapanPengujian rincian saldo adalah pengujian yang berfokus pada saldo akhir buku besar, baik akun laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi. Contoh konfirmasi saldo pelanggan menyangkut piutang usaha dan melaksanakan stock opname pada analitis substantif adalah prosedur yang memperlihatkan perbandingan jumlah yang tercatat dengan harapan yang dikembangkan oleh auditor. FungsinyaMenilai kemampuan perusahaan dalam menjaga kelangsungan usahanyaMendeteksi kemungkinan adanya kesalahan yang berdampak material pada laporan keuangan perusahaan klienMenentukan dapat tidaknya dilakukan pengurangan pengujian rincian saldoBerikut ini adalah perbedaan pengujian pengendalian dan substantif dalam audit Materi ini adalah bahan mata kuliah AUDITING yang saya berikan di kampus STEI Al - Ishlah Cirebon dan IAIN Syeikh Nurjati Cirebon. Silahkan download slide materi Strategi Audit dan Pengujian Audit DISINISemoga bermanfaat !
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Audit terhadap Siklus Jasa Personel Pengujian Pengendalian dan Pengujian SubtantifDalam perusahaan manufaktur, pembayaran terhadap golongan biasanya di bagi menjadi dua golongan, yaitu gaji dan upah. Gaji umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh kariawan yang mempunyai jenjang jabatan manager, sedangkan upah umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh kariyawan pelaksanaburuh.DESKRIPSI SIKLUS JASA PERSONELSiklus jasa personil terdiri dari dua system akuntansi yaitu sebagai berikut1 Sistem informasi akuntansi penggajian, yang terdiri dari jaringan prosedur berikut inia Prosedur pencatatan waktu Prosedur pembuatan daftar gajic Prosedur pembayaran gajid Prosedur distribusi biaya gaji2 System informasi akuntansi pengupahan, yang terdiri dari jaringan prosedur berikut inia Prosedur pencatatan waktu hadirb Prosedur pencatatan waktu kerjac Prosedur pembuatan daftar upahd Prosedur distribusi upahAkun yang dipengaruhi oleh jasa personil adalah1 Barang dalam proses tenaga kerja langsung2 Biaya overhead pabrik sesungguhnya3 Biaya pemasaran4 Biaya administrasi dan umum5 Utang pajak penghasilan kariawan6 Utang dana pensionTUJUAN AUDIT TERHADAP SIKLUS JASA PERSONELKelompok asersi Tujuan Audit terhadap Golongan Transaksi Tujuan Audit terhadap Saldo AkunKeberadaan atau kejadian Biaya gaji dan upah, biaya pajak atas gaji dan upah kariawan yang tercatat berkaitan dengan kompensasi jasa yang diserahkan oleh kariawan selama periode yang diaudit Saldo utang gaji dan upah dan utang pajak penghasilan kariawan mencerminkan jumlah yang terutang pada tanggal neracaKelengkapan Semua biaya gaji dan upah dan pajak atas gaji dan upah mencakup semua biaya yg tjd untuk jasa personel selama periode di audit. Saldo utang gaji dan upah dan utang pajak penghasilan karyawan mencakup semua klewajiban kepada personel dan pemerintah pada tgl dan Kewajiiban Utang gaji dan upah dan utang pajak penghasilan karyawan merupakan kewajiban perusahaan pada tgl neracaPenilaian dan Alokasi Semua transaksi yg berkaitan dengan jasa personel telah dicatat dala jurnal, diringkas, dan diposting ke dalam akun dengan benar. Boaya gaji dan upah dan biaya pajak penghasilan karyawan telah dihitung dan dicacat dengan dan Pengungkapan Rincian transaksi yang berkaitan dengan jaa personel mendukung penyajian akun yang berkaitan dalam laporan keuangan, baik klasifikasinya maupun pengungkapannya. Biaya gaji dan upah dan biaya pajak penghasilan karyawan telah diidentifikasi dan diklasifikasi dengan semestinya dalam neraca. PERANCANGAN PROGRAM AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN TERHADAP SIKLUS JASA PERSONELSistematika Uraian1. Fungsi terkait2. Dokumen3. Catatan akutansi4. Bagan alir system informasi akuntansi5. Salah saji potensial, aktivitas pengendalian yang diperlukan, dan prosedur audit untuk pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh Penjelasan aktivitaqs pengendalian yang diperlukan7. Penyusunan program audit untuk pengujian pengendalian thd transaksi yang bersangkutan8. Penjelasan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi yang yang terkaitFungsi Nama Unit Organisasi Pemegang Fungsi1. Fungsi Penerima Pegawai Bagian Kepegawaian2. Fungsi Pencatat Waktu Bagian Pencatat Waktu3. Fungsi Pembuat Daftar Gaji dan Upah Bagian Gaji dan Upah4. Fungsi Pembuat bukti kas keluar Bagian utang5. Fungsi pembayar gaji dan upah Bagian kasa6. Fungsi akuntansi biaya Bagian Akuntansi Biaya7. Fungsi Akuntansi Umum Bagian Akuntansi Umum Dokumen1. Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah2. Kartu jam hadir3. Kartu jam kerja4. Daftar gaji dan daftar upah5. Rekap daftar gaji dan rekap daftar upah6. Surat pernyataan gaji dan upah7. Amlop gaji dan upah8. Bukti kas keluarCatatan Akuntansi1. Jurnal umum2. Kartu kos produk3. Buku pembantu biaya4. Kartu penghasilan karyawanAktifitas pengendalian yang di perlukan dalam siklus jasa personel1. Fungsi pencatatan waktu hadir harus terpisah dari fungsi operasi2. Otoritas dari manager yang pihak berwenang untuka. Setiap orang yang namanya tercantum dalam daftar gaji dan upahb. Kartu jam hadirc. Perintah lembur3. Penggunaan formulir bernomor urut tercetak dan penggunaan dipertanggung jawabkan4. Pengecekan independen atasa. Tariff upah yang dicantumkan dalam kartu jam kerjab. Kartu jam hadirc. Pemasukan kartu jam hadir ke dalam mesin pencacat waktud. Pembuatan daftar gaji dan upahe. Pembayaran gaji dan upah5. Rekonsiliasi6. Penggunaan kartu penghasilan kariawan sebagai tanda penerimaan gaji dan upah oleh kariawan7. Penggunaan panduan akun dan pelaporan biaya tenaga kerja pada waktu yang program audit untuk pengujian pengendalian terhadap siklus jasa personel1. Lakukan pengamatan terhadap pemisahan fungsi pembuat daftar gaji dan upah dari fungsi pembayaran gaji dan upah dan fungsi pencatatan waktu hadir dari fungsi operasi2. Lakukan pengamatan terhadap pembayaran gaji dan upah3. Lakukan pengamatan waktu hadir dan jam kerja kariawana. Adanya pengawasan terhadap fungsi pencatatan waktu terhadap pemasukan kartu jam hadir dalam mesin pencatatan waktu yang di lakukan setiap Adanya pemeriksaan oleh fungsi pencatat waktu terhadap identitas kariawan yang memasukan kartu hadir ke dalam mesin pencatat Ambil sampel daftar gaji dan upah5. Ambil sampel kartu jam hadir karyawan6. Ambil kartu jam kerja karyawan7. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggungjawabkan pemakaian formulir Ambil sampeel kas keluar yang disetujui untuk pembayaran gaji dan upah dan lakukan pengusutan ke dokumen pendukung dan catatan akuntansi yang bersangkutan9. Periksa adanya independen terhadap posting ke buku pembantu dan jurnalPENGUJIAN SUBTANTIF TERHADAP SALDO AKUN YANG TERKAIT DENGAN SIKLUS JASA PERSONEL1. Utang gaji dan upah2. Utang pajak penghasilan karyawan3. Utang dana pensiun4. Utang bonus5. Utang komissProsedur Analitik1. Perbandingan biaya karyawan tahun yang diaudit dengan biaya karyawan tahun sebelumnya dan dengan biaya karyawan menurut Perbandingan saldo utang yang berkaitan dengan siklus jasa personel yang tercantum dalam neraca yang diaudit dengan saldo utang tersebut dalam neraca tahun Perhitungan ratio biaya pajak penghasilan karyawan dengan total biaya karyawan dan perbandingan ratio tersebut dengan ratio yang sama tahun Rekonsiliasi jumlah pajak penghasilan karyawan dengan jumlah yang tercamtum dalam SPT pajak openghasilan karyawan. Lihat Money Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Auditor harus penghimpun bukti yang cukup untuk memperoleh dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Pengujian substantif menyediakan bukti mengenai kewajaran setiap asersi laporan keuangan yang signifikan. Perancangan pengujian substantif meliputi penentuanSifat pengujianWaktu pengujianLuas pengujian substantifSifat pengujianJika tingkat risiko deteksi yang dapat diterima adalah rendah maka auditor harus menggunakan prosedur yang lebih efektif yang biasanya juga lebih mahal Ada tiga tipe pengujian substantif yang dapat digunakan yaituPengujian rinci atau detail saldoPengujian rinci atau detail transaksiProsedur analitisPengujian rinci atau detail saldo metodologi perancangan pengujian detail saldo meliputi empat tahapan, yaituMenilai materialitas dan risiko bawaan suatu risiko pengendalianMerancang pengujian transaksi dan prosedur analitisMerancang pengujian detail saldo untuk memenuhi setiap tujuan spesifik audit secara rinci atau detail transaksipengujian detail transaksi dilakukan untuk menentukanKetepatan otorisasi transaksi akuntansi pencatatan dan peringkasan transaksi tersebut dalam pelaksanaan posting atas transaksi tersebut ke dalam buku besar dan buku analitisUntuk memperoleh pemahaman mengenai bisnis dan industri menilai kemampuan perusahaan dalam menjaga kelangsungan mendeteksi ada tidaknya kesalahan dalam laporan keuangan menentukan dapat tidaknya dilakukan pengurangan atas pengujian audit pengujian Tingkat risiko deteksi yang dapat diterima mempengaruhi penentuan waktu pelaksanaan pengujian substantif. Jika risiko deteksi rendah maka pengujian substantif lebih baik dilaksanakan pada atau dekat dengan tanggal analitisSemakin rendah tingkat risiko deteksi yang dapat diterima, semakin banyak bukti yang harus dikumpulkan, auditor dapat mengubah jumlah bukti yang harus dihimpun dengan cara mengubah luas pengujian subtantif yang dilakukan. Keputusan auditor tentang rancangan pengujian substantif didokumentasikan dalam kertas kerja dalam bentuk program auditDemikian sedikit informasi dari saya semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin. Terima informasi dari berbagai sumber di Lihat Money Selengkapnya
program audit untuk pengujian substantif